Denpasar (Antara Bali) - Nilai tukar petani Bali sebesar 108,28 persen pada November 2012, melampaui NTP nasional yang tercatat 105,72 persen.

"Namun, NTP daerah kita sebesar itu mengalami penurunan 0,60 persen dibanding Oktober 2012 yang mencapai 108,93 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali I Gede Suarsa di Denpasar, Selasa.

Ia mengatakan pendorong utama turunnya NTP Bali adalah subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 1,67 persen. Kemudian berbagai komoditas pertanian dalam lima subsektor, yakni tamanan pangan, hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, peternakan dan perikanan.

Gede Suarsa menambahkan, NTP diperoleh dari perbandingan indeks yang diterima petani terhadap indeks harga yang mereka bayar. Semakin tinggi NTP, semakin kuat pula tingkat kemampuan daya beli mereka.

NTP juga menunjukkan daya tukar dari produk pertanian terhadap barang dan jasa yang diperlukan petani untuk konsumsi rumah tangga.

Selain itu untuk biaya produksi produk pertanian. Turunnya NTP Bali karena turunnya nilai indeks yang diterima petani sebesar 0,11 persen, sementara indeks yang mereka bayar juga turun 0,04 persen. (*/T007)



: Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026