Denpasar (Antara Bali) - Dirjen Bina Produksi Departemen Kehutanan Dr Hadi Daryanto, DEA menegaskan, penanaman berbagai jenis pohon di kawasan hutan maupun hutan tanaman rakyat setiap tahunnya diharapkan bisa mencapai 1,6 miliar batang bibit.
"Penanaman pohon sebanyak itu kami harapkan bisa terealisasi dalam tahun 2010 dan tahun-tahun berikutnya," kata Dirjen Hadi Daryanto saat mendampingi kunjungan kerja Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan di Taman Nasional Bali Barat (TNBB), Kamis.
Ia mengatakan, penanaman pohon tersebut dengan sasaran mampu merehabilitasi lahan kritis dalam kawasan hutan seluas 500.000 hektare setiap tahun.
Selain itu mengatasi kerusakan rawan bencana pada sebelas lokasi yang tergolong sangat parah.
"Upaya penanaman dengan berbagai pola yang lebih diintensifkan diharapkan mampu menjaga kelestarian kawasan hutan," harap Dirjen Hadi Daryanto.
Indonesia memiliki kawasan hutan seluas 126,8 juta hektare yang terdiri atas hutan konversi 23,2 juta hektare, hutan lindung 32,4 juta hektare, hutan produksi terbatas 21,6 juta hektare dan hutan produksi konversi 14 juta hektare.
Dirjen Hadi Daryanto mengakui, upaya menghijaukan lahan kritis 500.000 hektare setiap tahun itu, selain membutuhkan dukungan dana besar juga memerlukan peranserta dan tanggungjawab masyarakat serta berbagai pihak.
Oleh sebab itu pengelolaan kawasan kehutanan kini menerapkan pola tanaman rakyat mandiri maupun hutan tanaman rakyat (HTR).
Dengan pola-pola baru tersebut masyarakat memperoleh keuntungan dan tingkat kesejahteraan yang memadai dalam mengembangkan dan menjaga kelestarian kawasan hutan, ujar Dirjen Hadi Daryanto. (*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.