Sementara pengerjaan pelebaran dan peningkatan ruas jalan tersebut sangat lamban, sehingga menakutkan untuk dilewati saat musim penghujan, kata seorang sopir travel Manna-Tanjung Sakti Mayani, Rabu.
Ia mengatakan, sepekan terakhir terdapat beberapa daerah longsor dan sulit dilalui kendaraan umum, sedangkan tanah sisa pengerjaan membuat jalan itu makin licin.
"Kami tidak melihat ada siaga bencana dari dinas PU pada poros jalan tersebut," katanya.
Bila terjadi bencana longsor dan pohon tumbang hanya warga setempat turun membersihkan kayu-kayu dan longsor kecil, dengan imbalan minta retribusi kepada setiap kendaraan lewat.
Kepala Dinas PU Kabupaten Bengkulu Selatan Ir Ramlan Saim mengatakan, pembangunan jalan nasional itu hendaknya tidak dilakukan sepotong-sepotong mengingat jalan itu rawan bencana.(*/DWA/IGT)
Editor : Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.