"Akibat krisis ekonomi itu membuat pertumbuhan perdagangan Indonesia-Uni Eropa hingga Agustus 2012 hanya nol sampai satu persen," kata Gita Wirjawan usai pembukaan EU-Indonesia Business Dialogue (EIBD), di Nusa Dua, Kamis.
Menurut dia, meski demikian melalui sejumlah kerja sama dan membina terus komunikasi secara berkelanjutan dengan pihak Uni Eropa maka pihaknya optimistis pertumbuhan perdagangan akan tetap terjaga dengan baik.
"Pelambatan pertumbuhan perdagangan itu juga tak lepas dari krisis di beberapa bagian dunia. Tapi kalau tidak terjadi krisis kenaikan 5-10 persen itu masih gampanglah," ujarnya.
Dia berharap dalam pertemuan negara-negara Uni Eropa pada Desember 2012, akan ada penyikapan untuk isu-isu permasalahan fiskal yang mereka hadapi. "Saya harapkan juga pada pertemuan itu nanti ditemukan titik terang bukan hanya untuk mereka, tapi dunia juga," ujarnya.
Gita mengatakan, tadi juga sempat disinggung mengenai negosiasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif atau Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA). "Pembicaraan itu menyinkronkan skala ambisi kita dengan mereka, agar negosiasi ini tidak terbatas pada perdagangan tapi itu juga bisa merambat ke isu investasi, pariwisata, ekonomi kreatif dan capacity building. Isu capacity building itu terkait untuk mendapatkan sumber daya manusia yang lebih baik dan alih teknologi," ucapnya.(*/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.