Peneliti Ekonomi Madya Bank Indonesia Denpasar, Sunarto dalam laporan kajian ekonomi regional Bali di Denpasar Jumat mencatat, realisasi ekspor nonmigas Bali ke China termasul Hong Kong bernilai 26,4 juta dolar AS.
Sedangkan pengusaha Bali yang melakukan pembelian berbagai aneka barang modal dari China dalam periode Januari-Juli 2012 bernilai 20,7 juta dolar, jadi kelebihan impornya cukup besar yakni sekitar 5,6 dolar.
Bali yang memiliki usaha industri kecil tekstil dan produk tekstil untuk mata dagangan ekspor mendatangkan bahan baku yang umumnya dibeli dari rekan bisnisnya di China, disamping mesin-mesin dan matadagangan nonmigas lainnya.
Potensi ekspor nonmigas Pulau Dewata sangat besar ke China maupun Hong Kong, seperti aneka kerajinan buatan tangan-tangan halus masyarakat Bali, apalagi produk daerah ini sering dipamerkan pada "World Expo" di Shanghai, China.(*/ADT/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.