Semarapura (Antara Bali) - Pencari batu sikat di Pantai Watu Klotok, Kabupaten Klungkung, Bali, mulai berkurang karena takut ombak di laut yang dapat mengancam jiwa mereka sewaktu-waktu.
    
"Dulu sampai 70 orang, sekarang tinggal 30 orang saja yang masih menggantungkan hidup dengan mencari batu sikat di pantai ini," kata  Ni Ketut Sukerti (40), pencari batu sikat di Pantai Watu Klotok asal Desa Gelgel, Jumat.
    
Besarnya ombak di pantai itu juga mengakibatkan pendapatan mereka berkurang secara drastis. Batu yang biasa digunakan untuk mempercantik lantai itu banyak didapat di Pantai Watu Klotok.
    
Semakin besar ombak semakin baik pula kualitas batu sikat. Namun atas pertimbangan keselamatan jiwa, sebagian warga sekitar memilih berhenti mencari batu sikat.
    
"Kalau cuaca lagi baik sehari bisa membawa pulang empat 'rontong' (ember kecil) batu sikat pilihan. Namun sekarang hanya mampu dua rontong," kata Kadek Agus (50), pencari batu sikat di Pantai Watu Klotok lainnya.
    
Harga satu rontong batu sikat kualitas prima saat ini mencapai Rp12 ribu. "Tapi untuk mendapatkan satu rontong saja susah sekali," kata Kadek Sucitra (49) menambahkan.(IPA/M038/T007)



Editor : Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026