"Dada saya masih terasa sakit akibat benturan di tempat duduk saat kendaraan yang saya tumpangi melaju dengan kecepatan tinggi menabrak beton," kata Gunarsa ketika dihubungi lewat telepon selurernya dari Denpasar, Jumat.
Ia mengaku, kondisi kesehatannya sudah semakin membaik, namun istrinya Indra Wati Gunarsa, menjalani operasi akibat patah tulang pada bagian tangan kanan. "Bagian wajah istri saya juga mengalami luka-luka," katanya.
Gunarsa mengalami musibah saat perjalanan pulang dari Jakarta sebagai juri festival keris dan berencana singgah ke Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, untuk nyekar ke kuburan mertuanya.
Saat kejadian pada Senin (22/10) pukul 05.00 Wita, mobil nahas itu dikemudikan oleh Wayan Wartana (30) yang meninggal dunia. Faritman, selaku sopir cadangan, juga mengalami luka-luka dirawat bersama Gunarsa, dan istri.
Menurut Made Wija, karyawan Museum Gunarsa di Klungkung, korban sopir Wayan Wartana sudah terbiasa mengemudikan mobil tersebut dari Bali menuju Jakarta, Yogyakarta, dan kota-kota lainnya di Pulau Jawa.(*/T007)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.