Singaraja (Antara Bali) - Pengembangan Pantai Lovina, Kabupaten Buleleng, terhambat sampah sehingga kesan kumuh tidak bisa dihilangkan begitu saja di objek wisata  di pesisir utara Bali itu.
    
"Kami mengakui bahwa objek wisata ini kumuh dan semrawut karena banyak ditemukan sampah berserakan," kata Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana saat membuka Festival Lovina, Sabtu.
    
Ia meminta satuan perangkat kerja daerah (SKPD) di Pemkab Buleleng membantu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata setempat dalam mengatasi berbagai persoalan tersebut.
    
Pembukaan Festival Lovina, Sabtu petang, diawali dengan Parade Gebogan dan suguhan gong baleganjur oleh masyarakat desa-desa adat di sekitar Pantai Lovina.
    
"Melalui kegiatan ini, dengan rendah hati kami meminta praktisi pariwisata terutama 'travel agent' di Bali memberikan masukan apa yang harus dibuat pemerintah agar wisatawan mancanegara mau berkunjung ke Buleleng," kata politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.
    
Festival Lovina yang digelar selama tiga hari pada 20–22 Oktober 2012 yang diisi dengan berbagai pertunjukan kesenian daerah, di samping pameran kerajinan khas Kabupaten Buleleng.
    
Ribuan masyarakat tampak antusias mendatangi objek wisata tersebut sehingga memacetkan arus lalu lintas di ruas Singaraja-Gilimanuk.(MDE/M038/T007)


Editor : Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026