Perolehan devisa dari perdagangan hasil laut mencapai 87,2 juta dolar AS Januari-Oktober 2009, kata Kepala Subdinas Perdaglu Dinas perindustrian dan Perdagangan Bali Ni Wayan Kusumawathi di Denpasar Senin.
Perolehan devisa dari ekspor hasil laut tersebut bertambah, jika dibandingkan periode yang sama tahun 2008 yang hanya 75,7 juta dolar, sehingga memiliki peran hingga 21,27 persen dari seluruh nilai ekspor seluruhnya yang mencapai 410 juta dolar.
Nilai ekspor hasil laut tersebut terbanyak diraih dari perdagangan tuna segar maupun yang sudah diawetkan sebanyak 71,1 juta dolar hasil pengapalan 16.960 ton selama sepuluh bulan pertama 2009, atau naik 13 persen dari perioda sama 2008 hanya 62,9 juta dolar.
Ikan Kerapu yang merpakan komodite baru dari Bali dengan tujuan utama untuk memenuhi permintaan konsumen dari Hongkong, Jepang, China dan Taiwan sebanyak 1.968 ton bernilai 7,6 juta dolar , naik 63 persen dari perolehan devisa periode sama 2008 yang hanya 4,6 juta dolar.
Lobster hasil buruan nelayan pesisir pulau Bali hanya mampu menyumbang 869 rib dolar Januari-Oktober 2009 berkurang empat persen jika dibandingkan perioda sama 2008 mencapai 907 ribu dolar, kan kakap terjual seharga 912 ribu dolar, berkurang 57 persen dari perioda sama sebelumnya mencapai 2,1 juta dolar.
Ikan jenis lainnya, terjual seharga 5,2 juta dolar sepuluh bulan pertama 2009 angka itu mengalami kenaikan hingga 58 persen dari perioda sama 2008 yang hanya 2,9 juta dolar, ikan hias hidup hanya laku seharga 857 ribu dolar.
Hasil perikanan yang diperdagangkan dalam volume belum menggembirakan, namun berkat harga tuna segar maupun yang sudah dibekukan mendapat harga yang baik di pasaran ekspor maka perolehan devisa dari sektor perikanan agal lumayan jika dibandingkan komoditi nonmigas Bali lainnya, demkian Kusumawathi. (*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.