Kuta (Antara Bali) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar meminta masyarakat khususnya di Bali untuk mewaspadai angin puting beliung yang berpotensi terjadi saat musim pancaroba.
     
"Masa transisi ini perlu diwaspadai adanya angin puting beliung, seperti baru-baru ini terjadi di Buleleng," kata Kepala Sub-Pelayanan Jasa BMKG Wilayah III Denpasar, Nyoman Suarsa, di Tuban, Kuta, Selasa.

Menurut dia, angin puting beliung biasanya muncul pada saat suhu sedang panas karena arah angin di Pulau Dewata masih angin timur yang sifat panas, dengan kecepatan berkisar antara lima hingga 20 knots atau sekitar 30 kilometer/jam.
     
Suhu panas angin timur itulah yang menyebabkan suhu di Denpasar dan wilayah sekitarnya di Bali yang masih terasa cukup panas.
    
Musim hujan, menurut Suarsa, diperkirakan terjadi pada minggu kedua Oktober yang dimulai dari daerah tengah Pulau Dewata di antaranya Bali tengah, dan timur serta Tabanan bagian selatan, dan Jembrana bagian selatan yang merupakan tujuh zona musim hujan.

Lima zona musim lainnya yakni Jembrana Barat, Buleleng dan jembrana bagian utara, Bangli Bagian Utara, Gianyar, Klungkung, dan Karangasem bagian selatan, Denpasar dan Badung bagian selatan diperkirakan akan turun hujan pada November.
     
Sementara itu tiga zona musim yang paling terakhir pada Desember mengalami hujan yakni di pesisir Bali bagian utara, dan Nusa Penida.(DWA/T007)


Editor : Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026