Singaraja (Antara Bali) - Lippo Mals sebagai salah satu pilar bisnis PT Lippo Karawaci Tbk menyediakan dana sebesar Rp2 miliar untuk membangun 100 unit rumah bagi masyarakat miskin di Desa Sanggalangit, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng.

Peletakan batu pertama program bedah rumah kerja sama dengan BK3S Bali dilakukan Gubernur Made Mangku Pastika dan Direktur PT Lippo Karawaci Tbk Wahyu Tri Laksono disaksikan Asisten I Sekda Buleleng Ida Bagus Surya Manuaba, Kepala SKPD Provinsi Bali serta masyarakat setempat, Minggu.

Dana kepedulian perusahaan  (corporate social responsibility-CSR) sebesar Rp2 miliar diarahkan untuk membangun kembali rumah-rumah penduduk yang tidak layak huni lewat program bedah rumah.

Wahyu Tri Laksono mengatakan, sangat mendukung program Provinsi Bali melalui BK3S yang diketuai Nyonya Ayu Pastika untuk mengentaskan kemiskinan, melalui program bedah rumah .

CSR sebesar Rp2 miliar yang disalurkan sebagai tanggung jawab sosial perusahaan membangun kembali 100 unit rumah yang tidak layak huni.

"Kami membangun kembali rumah-rumah warga masyarakat kurang mampu, tidak berarti hanya membangbun secara fisik saja, namun juga membangun masyarakat, kesehatan, keamanan dan membangun sosial," ujar Wahyu Tri Laksono.

Ketua BK3S Provinsi Bali Ayu Pastika mengatakan sangat menghargai dan menyambut baik program CSR dari Lippo Mals sebagai satu perusahaan yang berbisnis di Bali dan program kepedulian ini diharapkan  akan memicu perusahaan lain untuk melakukan hal yang sama, sehingga paling tidak membantu keterbatasan Pemprov mengentaskan KK miskin yang tidak memiliki rumah layak huni.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyatakan, jika 500 perusahaan yang berbisnis di Bali mengikuti kepedulian Lippo Mals maka keterbatasan Pemprov Bali dalam program pengentasan kemiskinan akan tuntas.

Bersamaan dengan peluncuran 100 unit bedah rumah, di desa kelahiran Mangku Pastika yang juga Gubernur Bali itu, diserahkan puluhan unit bedah rumah HIPMI dan Keluarga Made Mangku Pastika.(LHS/T007)


Editor : Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026