"Seni dan spiritual itu tidak hanya menyangkut bidang seni lukis, namun juga menjangkau seni tari, seni tabuh dan seni sastra yang mampu memberikan kepuasan kepada penikmatnya," kata pendiri dan pengelola Museum Seni Lukis Klasik Bali itu di Denpasar, Sabtu.
Ia memaparkan bahwa seni dan spiritual yang ditekuni seniman lintas agama itu awalnya berkembang di India, kemudian menyebar ke Yunani dan Roma.
Seniman yang menekuni dan mendalami spiritual itu memiliki daya cipta sehingga inspirasinya dalam menghasilkan karya seni mampu memberikan kepuasan kepada penikmatnya.
Dengan demikian seni yang dihasilkan itu, baik menyangkut seni lukis, seni tari, seni tabuh maupun seni sastra, mengandung kekuatan spiritual.
Gunarsa yang baru saja meluncurkan buku berjudul "Dari Seniman sampai Presiden" itu menambahkan, perpaduan antara seni dan spiritual yang sangat melekat itu menjadikan karya-karya seni yang dihasilkannya mempunyai "taksu" (kharisma).
Oleh sebab itu Nyoman Gunarsa dipercaya oleh Yayasan Bali-India untuk tampil sebagai pembicara utama dalam seminar dan deklarasi Pancamrita, lima prinsip untuk hidup sehat, bahagia dan sejahtera, di Inna Grand Bali Beach Sanur, Minggu (16/9).(*/T007)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.