Denpasar (Antara Bali) - Pemerintah Provinsi Bali otimistis mampu mempertahankan stok pangan karena produksi padi dan palawija lebih tinggi daripada kebutuhan masyarakat.
        
"Ketahanan pangan itu diharapkan masih bisa dipertahankan dalam beberapa tahun mendatang, dengan meningkatkan produksi persatuan hektare," kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali, Ida Bagus Wisnuardana, di Denpasar, Jumat.
        
Ia menyebutkan, Bali memiliki sawah baku seluas 84.118 hektare dengan pola  pertanian dua kali padi dan sekali palawija dan dalam satu tahun mampu menghasilkan 471.601 ton setara beras.
       
Sedangkan kebutuhan Bali yang berpendduduk 4,1 juta jiwa, termasuk mengantisipasi kedatangan wisatawan dan buruh musiman dari berbagai daerah di Indonesia mencapai 455.130 ton.
        
Dengan demikian masih memiliki kelebihan beras sekitar 16.471 ton, meskipun  kecil, namun dengan adanya transportasi yang lancar antara Bali-Jawa dan sebaliknya akan mempermudah dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari sesuai harga pasar.
        
Ida Bagus Wisnuardana menambahkan bahwa peningkatan produksi beras tersebut masih memungkinkan dengan meningkatkan produksi persatuan hektare.
        
"Produksi per hektare di Bali selama ini rata-rata 5,8 ton, lebih tinggi dibandingkan rata-rata tingkat nasional yang hanya 5,1 ton," ujar Ida Bagus Wisnuardana.(*/M038/T007)


Editor : Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026