"Perolehan devisa tersebut turun 5,65 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 300,06 juta dolar AS," kata Kepala Biro Humas Pemerintah Provinsi Bali I Ketut Teneng di Denpasar, Sabtu.
Hal itu, katanya, disebabkan berkurangnya pengapalan berbagai jenis matadagangan ke berbagai negara akibat terkena dampak krisis ekonomi. "Negara-negara di kawasan Eropa yang dilanda krisis ekonomi selama ini menjadi tujuan utama untuk memasarkan berbagai jenis produk kita," tutur Ketut Teneng.
Hasil industri kecil dan kerajinan rumah tangga menjadi tulang punggung perolehan ekspor nonmigas, dengan memberikan kontribusi sebesar 77,02 persen dari total ekspor Bali.
Berbagai jenis matadagangan hasil kerajinan sentuhan seniman dan perajin Bali mampu menyumbangkan devisa sebesar 124,94 juta dolar AS atau 44,13 persen.
Hasil industri rumah tangga 93,11 juta dolar AS atau 32,89 persen, sisa perolehan devisa sebesar 22,98 persen dari hasil pertanian dalam arti luas, disamping komoditas lainnya, ujar Ketut Teneng.(*/T007)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.