"Salam World adalah platform jejaring sosial global berdasarkan nilai-nilai Islami yang bisa menunjukkan potensi sesungguhnya dari Muslim seluruh dunia jika disatukan. Jejaring sosial ini juga bisa menghilangkan pembatas bagi umat Muslim di seluruh dunia," kata Brand Manager Salam World Erol Toksoy dalam jumpa pers di Jakarta, Senin.
Saat ini, Salam World masih dalam versi Beta yang sedang diuji oleh 1.000 orang di seluruh dunia.
"Insyaallah, akhir tahun ini, pada November, akan kami luncurkan secara global," kata Erol.
Berbeda dengan jejaring sosial yang sudah mendunia seperti Facebook dan Twitter, yang lebih menekankan pada individualitas profil pribadi penggunanya, Salam World berupaya menyajikan hal yang berbeda dengan menyajikan posting dari berbagai komunitas seperti komunitas arsitek, penggemar mobil, pelukis, pelaku bisnis dan sebagainya.
"Mereka tidak perlu membuang-buang waktu dengan melihat konten yang tidak mereka inginkan, karena para pengguna bisa memilih sendiri hal apa yang menjadi ketertarikannya," kata Erol mengacu pada fitur "newsfeed" Facebook yang menampilkan semua posting dari teman-teman pemilik akun.(LHS)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.