"Saya optimistis kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pertumbuhannya semakin baik terlebih menjelang hari Raya Natal dan Tahun Baru 2010," kata Ida Bagus Gede Sidharta Putra, seorang pelaku pariwisata Bali di Denpasar, Rabu.
Ia mengatakan, hotel-hotel berbintang dan non-berbintang di kawasan wisata terutama di Kuta, Sanur dan Nusa Dua Kabupaten Badung sudah penuh "booking".
Itu berarti objek wisata Pulau Dewata masih menjadi primadona tempat berlibur bagi wisman.
"Dengan 'booking' para pelancong asing itu, pelaku pariwisata harus lebih siap memberikan pelayanan, sehingga turis tersebut merasa nyaman dan aman selama di Bali," kata Sidharta Putra yang juga pemilik Griya Santrian Sanur itu.
Sementara Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Ida Komang Wisnu mengatakan, berdasarkan survei yang dilakukan pihaknya pada bulan Oktober 2009 kedatangan wisman sebanyak 220.909 orang,
"Angka itu mengalami peningkatan sebesar 19,31 persen dibanding dengan bulan yang sama tahun 2008," katanya.
Ia mengatakan, wisman yang datang ke Bali sebagian besar melalui pelabuhan udara sebanyak 99,90 persen, sedangkan melalui pelabuhan laut hanya sebanyak 0,10 persen.
"Itu berarti jumlah wisman yang datang melalui pelabuhan udara Ngurah Rai mengalami peningkatan sebesar 19,35 persen, sedangkan bila dibandingkan dengan keadaan bulan September 2009 angka itu naik 3,37 persen," katanya.
Sedangkan wisman yang datang melalui pelabuhan laut pada bulan Oktober 2009 berjumlah 223 orang, turun 5,51 persen dibandingkan bulan yang sama tahun 2008.
Ia mengatakan, kedatangan wisman ke Bali selama periode Januari - Oktober 2009 mencapai 1,982.274 orang atau meningkat 14,22 persen dibanding dengan jumlah wisman pada periode yang sama tahun 2008 yang hanya mencapai 1.735.415 orang.
Untuk periode Januari - Oktober 2009, lanjut Ida Komang Wisnu, wisman dengan kebangsaan Australia, Jepang, China, Malaysia dan Korea Selatan menempati jumlah terbanyak dengan persentase masing-masing sebesar 18,8 persen, 14,07 persen, 8,55 persen, 5,55 persen dan 4,98 persen.
"Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan sudah tentu berpengaruh terhadap tingkat penghunian kamar (TPK) pada hotel berbintang di Bali mencapai rata-rata sebesar 64,26 persen dan rata-rata tamu asing dan domestik selama 4,21 hari," ujarnya.
Kondisi tersebut kata dia, dibanding bulan September 2009 TPK mengalami peningkatan sebesar 1,24 poin dan rata-rata la menginap mengalami peningkatan sebesar 0,10 persen.
Sementara TPK pada hotel non-bintang untuk bulan Oktober 2009 mencapai rata-rata 32,28 persen dan rata-rata menginap tamu asing dan domestik di hotel sejenis di Bali selama 2,68 hari.
"Hal tersebut dibandingkan dengan keadaan bulan September 2009, TPK turun sebesar 4,28 poin, sedangkan rata-rata lama menginap mengalami peningkatan sebesar 0,11 poin," kata Ida Komang Wisnu.(*)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.