"Program ini salah satu upaya untuk menghemat penggunaan energi listrik," katanya di Amlapura, ibu kota kabupaten di wilayah timur Bali, Sabtu.
Ia memastikan Listrik Pintar jauh lebih hemat dibandingkan dengan program sebelumnya karena pelanggan tidak dikenai biaya beban.
"Dulu saya di kampung pakai listrik yang bayar belakangan itu, tapi sekarang sudah beralih ke sistem voucer karena jauh lebih irit dan pemakaiannya bisa diatur," katanya.
Menurut dia, program Listrik Pintar sangat mudah diterapkan karena praktiknya sama halnya dengan membeli pulsa untuk pesawat telepon seluler.
"Punya uang sedikit, beli dulu yang nilainya sedikit. Kalau saya di kampung belinya di KUD," kata Wabup asal Kubu Juntal itu.(IPA/M038/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.