Bahkan pertumbuhan ekonomi Bali kali ini lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 6,3 persen (y-o-y), kata Asisten Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah III, Sunarto di Denpasar, Rabu.
Hal ini terjadi karena dipengaruhi oleh kinerja sektor perdagangan, hotel dan restoran (PHR) yang tidak sebaik perkiraan sebelumnya. Demikian pula di sektor pertanian terutama pada tanaman bahan makanan dan perikanan.
Sementara itu di sisi permintaan, investasi masih kuat seiring maraknya proyek pembangunan di Bali menjelang pelaksanaan KTT APEC 2013. Konsumsi juga mulai memasuki fase pembalikan, dan meningkat sejak triwulan I-2012.
Laju perkembangan harga-harga pada awal tahun 2012 menunjukkan gejala peningkatan. Inflasi pada triwulan I-2012 tercatat sebesar 4,52 persen (y-o-y), lebih tinggi dibanding triwulan sebelumnya yang sebesar 3,79 persen.
Sunarto menyatakan, seluruh sektor ekonomi Bali masih mampu tumbuh positif pada triwulan I-2012, kecuali tiga sektor tadi yakni PHR, sektor pertanian dan jasa justru mengalami pertumbuhan yang melambat dari tiga bulan sebelumnya.(*/T007)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.