"Saya sudah mengunjungi sekitar 80 persen dari 183 kabupaten tertinggal di Indonesia. Rata-rata kondisi infrastrukturnya seperti akses jalan, sarana kesehatan, pendidikan, dan listrik masih sangat memprihatinkan," katanya saat ramah tamah dengan masyarakat Wakatobi di Wangiwangi, Minggu malam.
Berdasarkan kondisi tersebut, Kementerian Negara PDT berupaya meningkatkan anggaran pembangunan daerah tersebut dari Rp10 triliun pada 2011 menjadi Rp15 triliun pada 2012.
"Kita harapkan dengan anggaran yang cukup besar ini, insfrastruktur di daerah-daerah tertinggal bisa segera diselesaikan," kata alumni Fakultas Teknik Universitas Darul 'Ulum, Jombang, itu.
Ia mengatakan, daerah tertinggal yang paling parah kondisi infrastrukturnya adalah kabupaten pemekaran. "Rata kabupaten pemekaran mengandalkan pembiayaan dari dana-dana pemerintah pusat, karena dunia usaha di kabupaten pemekaran tersebut belum berkembang," katanya.
Selain anggaran dari Kementerian PDT untuk menangani pembangunan instrastruktur di kabupaten tertinggal tersebut, pihaknya juga berkoordinasi dengan kementerian lain seperti Kementerian Negara Perumahan Rakyat, BUMN, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Khusus koordinasi dengan Kementerian Negara Perumahan Rakyat, katanya, pada 2012 daerah-daerah tertinggal diberi porsi pembangunan perumahan sangat murah dan layak huni sebanyak 15.000 unit.
"Kita akan upayakan, pembangunan perumahan ini sebagian ditempatkan di Kabupaten Wakatobi, yang diperuntukan bagi keluarga kurang mampu dan belum memiliki rumah," kata politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.(*/M038/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.