"Dulu, waktu saya masih menjadi Direktur Utama PT PLN, saya berpikir kenapa pelayanan PLN seperti itu? Ternyata karena PLN terlalu 'laki-laki'. Saya kemudian ubah agar lebih 'feminin'," katanya di Semarang, Sabtu.
Hal tersebut diungkapkannya usai memberikan kuliah umum berjudul "Penguasaan Sains dan Teknologi untuk Kemanusiaan Bangsa dan Pengentasan Kemiskinan" yang digelar di Universitas Diponegoro Semarang.
Menjawab pertanyaan salah satu mahasiswi yang menilai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kurang memberi kesempatan pada kaum perempuan, Dahlan mengatakan sedikit demi sedikit BUMN-BUMN akan diubah agar tampil lebih "feminin".
Upaya mengubah BUMN lebih ramah terhadap kaum perempuan, Dahlan mengawalinya dari PT PLN dengan membuatkan ruang mengasuh bayi dan menyusui di kantor pusat, mengingat perempuan sangat membutuhkan fasilitas itu.
"Saya minta, dan sudah dilaksanakan, dan saat ini sudah dibangun serta dimanfaatkan, yakni ruang khusus untuk mengasuh bayi dan menyusui di Kantor Pusat PT PLN. Ini fasilitas yang sangat dibutuhkan," katanya.
Ia mengakui banyak wanita-wanita pekerja yang harus tersita waktunya dalam mengasuh anak sehingga mengganggu konsentrasinya dalam bekerja, padahal mereka ini adalah perempuan-perempuan hebat.(*/M038/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.