"Jumlah tersebut diharapkan terus bertambah dengan menjangkau sekolah, perguruan tinggi serta lingkungan kemasyarakatan," kata Kepala BKKBN Provinsi Bali I Wayan Sundra SH MM di Denpasar, Rabu.
Ia mengatakan, PIK yang berhasil terbentuk selama ini umumnya di sekolah menengah atas (SMA) maupun sekolah menengah kejuruan (SMK), baik negeri maupun swasta.
Khusus di Kabupaten Jembrana, daerah ujung barat Pulau Bali telah terbentuk 19 PIK, 13 di antaranya dalam lingkungan sekolah, satu di lingkungan perguruan tinggi dan lima melalui jalur lembaga swadaya masyarakat (LSM)
Wayan Sundra menilai, keberadaan PIK remaja di lingkungan sekolah sangat penting untuk membantu remaja mendapatkan informasi dan pelayanan konseling yang benar dan akurat tentang berbagai aspek permasalahan remaja.(IGT/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.