"Pengembangan ekowisata di objek subak (organisasi pengairan pertanian tradisional) menyajikan berbagai jenis atraksi berbasis pada sumber daya alam sebagai produk dan peluang pasar," kata Ketua Kelompok Riset Sistem Subak Unud di Denpasar, Selasa.
Pengembangan ekowisata dalam kawasan subak itu menekankan upaya kelestarian lingkungan sekaligus metode pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya pariwisata secara ramah lingkungan.
Upaya tersebut diharapkan mampu memberikan nilai ekonomi dalam kegiatan ekosistem dalam lingkungan yang dijadikan sebagai objek wisata, meningkatkan kelestarian lingkungan dan memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan.
"Selain itu dapat mengurangi ancaman terhadap keanekaragaman hayati di masing-masing objek wisata tersebut," katanya menambahkan.(*/M038)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.