"Hal ini dari sisi penyelenggaraan akan lebih efisien dan memperkuat sistem presidensial. Rakyat pun tidak disibukkan dengan berbagai kegiatan pemilu," kata mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali itu di Denpasar, Selasa.
Saat menjadi pembicara dalam seminar nasional yang terselenggara atas kerja sama MPR dengan Universitas Warmadewa itu, dia mengemukakan bahwa waktu pelaksanaan pilkada yang berbeda-beda juga menyebabkan rezim yang berkuasa tidak bisa fokus bekerja. Elite-elite politik di pusat juga sibuk turun berulang kali ke daerah-daerah saat pilkada.
"Ada dan tidak ada pilkada, pemilihan presiden langsung akan tetap diadakan. Biayanya sama dari pusat hingga ke daerah. Artinya jika dilaksanakan serentak, biaya cukup untuk pemilu presiden, itu dipilih juga kepala daerah," ucapnya.
Terkait dengan usulannya ini, Wisnumurti menyampaikan memang harus ada terobosan politik dan keberanian yang luar biasa dari pemerintah pusat. "Kuncinya bukan di daerah, tetapi ada di pusat. Format politik nasional harus diubah," katanya.(LHS/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.