Denpasar (Antara Bali) - Pertamina area pemasaran Bali dan NTB memfokuskan penyiapan stok pertamax yang cukup terkait rencana pemerintah yang akan memberlakukan pembatasan penggunaan BBM bersubsidi.

Sales Area Manager Fuel Retail Marketing Pertamina wilayah Bali-NTB Iin Febrian di Denpasar, Jumat mengatakan, pihaknya belum bisa merinci format penyiapan apa yang harus dilakukan oleh masing-masing stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Pulau Dewata menghadapi rencana kebijakan itu.

"Karena masih diwacanakan, sehingga kami belum bisa bicara ke arah sana, apakah memang jadi diberlakukan, seperti apa, itu kan belum diputuskan oleh pemerintah. Yang kami lakukan saat ini, menyiapkan stok pertamax yang cukup di depot dan SPBU sebagai langkah antisipasi jika terjadi peningkatan kebutuhan sebagai imbas pembatasan BBM bersubsidi," ujarnya.

Pihaknya juga belum bisa menyosialisasikan lebih jauh ke pengusaha-pengusaha SPBU yang ada di Bali, karena rencana kebijakan tersebut belum menjadi keputusan final pemerintah.

"Kami mempunyai penyimpanan pertamax lebih kurang dengan kapasitas 2.500 kiloliter. Itu kami rasa jumlah yang cukup melayani kebutuhan masyarakat, karena penyaluran pertamax di Bali sebesar 20 kiloliter per hari atau sebulan 540 kiloliter," katanya.

Pertamax terdistribusi pada 89 SPBU atau 50 persen dari jumlah total SPBU yang ada di Bali.(LHS/T007)


Editor : Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026