Oleh sebab itu seni dan budaya menjadi aset utama pariwisata Bali yang perlu terus dijaga kelestariannya, agar Bali tetap mampu mempertahankan reputasi sebagai salah satu daerah tujuan wisata dunia, kata Ketua Majelis Utama Desa Pekraman (MUDP) Provinsi Bali, Jro Mangku Gde Suwena Putus Upadesa di Denpasar, Sabtu.
Ia mengatakan, sebuah hasil penelitian yang dilakukan oleh Suradnya tahun 2005 dapat dijadikan acuan untuk merumuskan strategi perencanaan pariwisata Bali ke depan.
Daya tarik wisatawan itu meliputi faktor harga produk wisata yang wajar, budaya dalam berbagai bentuk manifestasi, pantai dengan segala daya tariknya, kenyamanan berwisata, citra, keindahan alam, keramahan penduduk dan nama besar Bali.
Penelitian tersebut melibatkan wisman dalam menikmati liburan ke Bali terdiri atas kalangan profesional 25 persen, pebisnis 15 persen, eksekutif 13 persen, pegawai pemerintah enam persen, karyawan swasta delapan persen, guru/dosen lima persen, pelajar tujuh persen, ibu rumah tangga lima persen dan lain-lain sebelas persen.(IGT)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.