Denpasar (Antara Bali) - Bali memperoleh devisa sebesar 1,07 juta dolar AS atas ekspor kerajinan berbahan baku kulit selama Januari 2012, atau turun 13,88 persen dari total devisa pada Januari 2011 yang mencapai 1,24 juta dolar AS.

"Sementara untuk volume pengapalan mata dagangan hasil kreativitas perajin dan seniman Bali berkurang 4,86 persen dari  363.203 unit pada bulan Januari 2011 menjadi  345.555 unit pada Januari 2012," kata  Kepala Biro Humas Pemerintah Provinsi Bali I Ketut Teneng di Denpasar, Jumat.

Ia mengatakan, selama 2011, Bali memperolehan devisa dari mata dagangan serupa sebesar 8,48 juta dolar AS, juga merosot 13,36 persen dibanding tahun sebelumnya yang meraup 9,90 juta dolar AS.

Penurunan dari segi nilai maupun volume tersebut akibat kondisi pasar tujuan matadangan dari Bali belum sepenuhnya pulih meskipun berbagai jenis cendera mata hasil sentuhan perajin setempat mampu bersaing dan konsumen mancanegara cukup meminatinya.

Ketut Teneng menjelaskan bahwa cendera mata dari bahan kulit itu mampu bersaing di pasaran ekspor, terutama tujuan ke sepuluh negara terbanyak, antara lain Jepang, Amerika Serikat, Singapura, Australia, Hongkong, Italia, Belanda, Taiwan, Inggris, dan Prancis.(IGT)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026