"Sementara untuk volume pengapalan mata dagangan hasil kreativitas perajin dan seniman Bali berkurang 4,86 persen dari 363.203 unit pada bulan Januari 2011 menjadi 345.555 unit pada Januari 2012," kata Kepala Biro Humas Pemerintah Provinsi Bali I Ketut Teneng di Denpasar, Jumat.
Ia mengatakan, selama 2011, Bali memperolehan devisa dari mata dagangan serupa sebesar 8,48 juta dolar AS, juga merosot 13,36 persen dibanding tahun sebelumnya yang meraup 9,90 juta dolar AS.
Penurunan dari segi nilai maupun volume tersebut akibat kondisi pasar tujuan matadangan dari Bali belum sepenuhnya pulih meskipun berbagai jenis cendera mata hasil sentuhan perajin setempat mampu bersaing dan konsumen mancanegara cukup meminatinya.
Ketut Teneng menjelaskan bahwa cendera mata dari bahan kulit itu mampu bersaing di pasaran ekspor, terutama tujuan ke sepuluh negara terbanyak, antara lain Jepang, Amerika Serikat, Singapura, Australia, Hongkong, Italia, Belanda, Taiwan, Inggris, dan Prancis.(IGT)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.