"Lulusan SMA yang melanjutkan ke perguruan tinggi setelah masa reformasi dari segi mutu kemampuan intelektualitasnya mengalami kemerosotan," katanya di Denpasar, Kamis.
Menurut dia, semua itu mempunyai kaitan erat dengan cara pandang siswa bahwa jenjang pendidikan yang ditempuhnya dengan sasaran cepat lulus tanpa memperhatikan mutu dan proses tahapan pendidikan yang ditekuninya.
"Padahal proses pendidikan mulai dari SD, SMP, hingga SMA sangat ditentukan oleh aktivitas belajar-mengajar sehari-hari, bukan nilai tertinggi dalam pelaksanaan ujian nasional (UN)," katanya menambahkan.
Ia mengemukakan bahwa proses pendidikan dalam berbagai jenjang pendidikan yang dihasilkan, mutunya jauh lebih baik pada era sebelum reformasi dibanding setelah reformasi.(*/M038)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.