Kepala Dinas Perkebunan Bali I Dewa Made Buana Duwuran di Denpasar, Selasa, memengatakan lahan perkebunan milik rakyat itu menyempit.
"Namun petani tetap menggarapnya secara intensif sehingga produksi yang relatif sedikit tetapi memiliki kualitas baik sehingga harga jualnya lebih baik di pasaran," katanya.
Ia mencontohkan komoditas kakao di Kabupaten Jembrana, Kabupaten Tabanan, dan Kabupaten Gianyar, yang pada 2011 hanya 4.854.083 ton.
Produksi tersebut dihasilkan dari 10.319 hektare tanaman produktif dari 14.827 hektare lahan yang tersedia. "Luas areal produktif yang tersedia hampir sama dengan tahun 2010. Tetapi pada 2010 kapasitas produksinya mampu mencapai angka 6.177.321 ton," katanya.(M038/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026