"Baru saja, kami dapat kabar duka ini. Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya. Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya," katanya.
Menurut dia, Widjajono meninggal saat telah dievakuasi hingga pos 1 Gunung Tambora. "Beliau sudah berhasil dievakuasi dari pos 2 ke pos 1. Tim medis sudah melakukan pertolongan, tapi, tidak tertolong," katanya.
Susyanto menambahkan, medan pendakian yang sedang tidak bagus juga mempengaruhi proses evakuasi.
Ia belum mengetahui persis penyebab meninggalnya Widjajono yang dikenal gemar mendaki gunung. "Tapi, beliau dikabarkan sesak dan kemungkinan karena jantung," ujarnya.
Kepala Pusat Vulkanologi Kementerian ESDM, Surono mengatakan, Widjajono lemas saat mendaki Gunung Tambora. (LHS/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.