Kepala Sekolah SMAN 1 Mendoyo, I Ketut Darmada, Selasa mengatakan, sebenarnya pihak sekolah minta agar FKW tetap mengikuti UN karena sebentar lagi mengakhiri sekolahnya.
"Tapi dengan alasan berisiko, pihak keluarga memutuskan FKW mundur dari UN. Kami tidak bisa berbuat banyak," katanya.
Menurut Darmada, saat pemantapan menjelang ujian, FKW tetap mengikuti proses belajar seperti biasa.
Agar tidak rugi bersekolah di SMA selama tiga tahun, rencananya siswi asal Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo itu akan diikutkan dalam kejar paket C.
Sementara di SMAN 1 Melaya, siswa atas nama Ngurah Ariana dicoret dari daftar peserta UN karena meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas beberapa bulan lalu. (GBI/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026