Deputi Direktur STP Bandung Anang Sutono di Kampus STP Bandung, Senin, mengatakan pendirian pusat kajian kuliner tersebut agar kuliner Indonesia bisa menjadi salah satu produk unggulan dalam mempromosikan kekayaan budaya kepada dunia internasional.
"Tujuannya untuk memperkuat daya saing kuliner kita di kawasan internasional," ujarnya seraya menyebutkan, pendirian pusat kajian itu bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Pusat kajian kuliner akan mengeluarkan 25 set menu Indonesia andalan yang terdiri atas makanan pembuka, makanan utama, dan makanan penutup.
Set menu andalan itu merupakan hasil identifikasi terhadap beragam hidangan tradisional yang mengalami kemas ulang sehingga pantas disajikan secara internasional.
"Cita rasanya tidak akan diubah, hanya kemasannya yang ditangani agar bisa masuk ke pentas internasional," ujar Anang.(*/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.