Tidak ada korban jiwa saat tower setinggi 25 meter tersebut ambruk setelah diterjang angin kencang yang baru diketahui Minggu (18/3).
I Putu Sujana, salah seorang guru SDN 1 Baluk, Senin mengatakan, tower yang merupakan program Pemkab Jembrana untuk koneksi internet ke sekolah tersebut sudah dua tahun terakhir tidak berfungsi.
Pantauan di lokasi, tower J-Net tersebut masih berada di atas atap dengan kondisi patah menjadi dua bagian.
Menara itu ambruk diduga karena besi-besi penyangganya sudah berkarat. Untuk menurunkan tower tersebut, pihak sekolah menunggu petugas dari Dinas Perhubungan, Informasi dan Komunikasi setempat.(GBI/IGT/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026