"Militansi ini sangat berarti untuk membangkitkan semangat generasi muda dalam melestarikan dan menyelamatkan Pulau Dewata sebagai tanah leluhurnya," katanya dalam sarasehan "Menatap Masa Depan Hindu Nusantara" di kampus Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar, Minggu.
Ia memaparkan bahwa militansi tidak selalu identik dengan memanggul senjata, bertindak keras dalam menjalankan doktrin yang membahayakan banyak orang.
"Justru militansi sebagai sebuah perjuangan mewujudkan cita-cita bersama dengan semangat, disiplin tinggi, dan penuh dedikasi secara santun dan damai," ucapnya.
Kompleksitas permasalahan di Bali saat ini, lanjut dia, hendaknya mendorong generasi muda untuk mulai berpikir dan mengatur strategi agar masyarakat dan juga budaya Bali tidak semakin terpinggirkan.
"Jangan sampai kian sedikitnya suku dan budaya Betawi di Jakarta, terjadi juga di tanah kelahiran kita. Sangat disayangkan kalau kita semua membiarkan hal itu benar-benar terjadi. Harus ada gerakan simultan dan terencana untuk mengantisipasi dampak negatif bagi Bali," ujarnya.(LHS/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.