"Pedoman tersebut merupakan hasil rapat pengurus harian PHDI Bali tentang perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1934," kata Ketua PHDI Provinsi Bali Dr Drs I Gusti Ngurah Sudiana MSi di Denpasar, Selasa.
Ia mengatakan, rangkaian upacara pelaksanaan hari suci Nyepi disesuaikan dengan tempat, waktu dan keadaan di suatu desa (desa kala patra), termasuk tradisi di masing-masing desa di Bali.
Kegiatan tersebut diawali dengan mengadakan prosesi "Melasti/Melis" di kawasan pantai yang bermakna membersihkan "pratima" atau benda yang disakralkan oleh umat Hindu.
Tidak hanya ke pantai, Melasti juga bisa dilakukan ke tepi danau atau sumber mata air (kelebutan) yang dianggap suci. "Ritual ini dilakukan umat antara Selasa (20/3) hingga Kamis (22/3)," katanya.
Umat yang bermukim dekat pantai melakukan prosesi "Melasti" ke laut, dan yang tinggal di daerah pegunungan melakukannya ke danau atau ke sumber mata air. Masyarakat yang tinggal di tengah-tengah daratan yang jauh dari laut maupun danau, Melasti dapat dilakukan di sumber mata air terdekat.
Setelah Melasti, dilakukan "Bhatara Nyejer" di Pura Desa/Bale Agung di desa adat masing-masing, dilanjutkan dengan "Tawur Kesanga" atau persembahan kurban pada hari Kamis (22/3), secara berjenjang tingkat provinsi di Pura Besakih, kabupaten/kota, kecamatan, desa, banjar, hingga rumah tangga.
"Tawur Kesanga" yang berakhir pada petang hari itu dilanjutkan dengan "Ngerupuk" yang bermakna mengusir roh jahat serta menetralkan semua kekuatan dan pengaruh negatif "bhutakala" yakni roh atau makluk yang tidak kelihatan secara kasat mata.
Keesokan harinya, Jumat (23/3), umat Hindu melaksanakan "Catur Brata" penyepian, yakni empat pantangan (larangan) yang wajib dipatuhi, meliputi tidak menyalakan lampu atau api (Amati Geni), tidak melakukan kegiatan (Amati Karya), tidak bepergian (Amati Lelungan) serta tidak mengadakan rekreasi, bersenang-senang atau hura-hura (Amati Lelanguan).(*/T007)
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.