"Kondisi itu jauh berbeda dengan perkembangan sektor pariwisata yang melaju pesat, yakni tumbuh di atas tujuh persen," kata Prof Windia di Denpasar, Sabtu.
Ia mengatakan, hal itu terjadi akibat kurangnya perhatian pemerintah, padahal sektor pertanian mampu menyerap 30,87 persen atau 672.204 orang dari jumlah tenaga kerja di Pulau Dewata.
Sektor pariwisata yang berkembang pesat itu hanya mampu menyerap sekitar 20 persen dari jumlah pekerja di Bali, lebih rendah dari sektor pertanian.
Penyerapan tenaga kerja di sektor pariwisata selama ini sangat riskan, karena sedikit ada goncangan menimbulkan permasalahan serius terhadap pekerja.(IGT)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.