Sedangkan 39,54 persen sisanya menuju sembilan negara lainnya meliputi Amerika Serikat 10,20 persen, Hongkong 8,24 persen dan Australia 1,28 persen, kata Kepala Biro Humas Pemerintah Provinsi Bali, I Ketut Teneng, di Denpasar, Kamis.
Ia mengatakan, hasil tangkapan nelayan maupun perusahaan yang mengoperasikan kapal besar di perairan bebas berupa ikan tuna juga diperdagangkan ke Singapura , Inggris, Prancis, Jerman, Belanda, dan Italia.
Mata dagangan hasil perikanan dan kelautan yang menembus pasaran luar negeri itu terdiri atas ikan tuna segar, tuna beku, ikan hias, ikan kakap, ikan kepiting, kerapu, nener, dan rumput laut.
Ketut Teneng menambahkan, ekspor ikan dan udang selama bulan Oktober 2011 mencapai 10,26 juta dolar, sedang bulan yang sama tahun sebelumnya 13,30 juta dolar.(IGT)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.