"Rumah milik keluarga miskin yang menjadi sasaran perbaikan seluruhnya sekitar 13.000 unit, sehingga masih banyak rumah masyarakat kurang mampu menjadi sasaran bedah rumah," kata Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Bali I Ketut Teneng di Denpasar Selasa.
Ia mengatakan sasaran sekitar 10.000 rumah dengan kondisi rusak yang tidak layak huni akan dijangkau secara bertahap melalui program bedah rumah, dengan dukungan dana pemerintah pusat, Pemprov Bali maupun pemkab dan pemkot di provinsi ini.
"Dalam pelaksanaan bedah rumah selama ini dilakukan skala prioritas, yakni perbaikan rumah masyarakat kurang mampu, terutama yang mengalami rusak berat, sehingga lokasi perbaikannya secara terpencar, tidak terpusat di satu desa atau dalam satu wilayah kecamatan," kata Ketut Teneng.
Pembangunan bedah rumah untuk masyarakat kurang mampu di Bali dilaksanakan secara terpadu menggunakan kucuran dana dari Kementerian Sosial, APBD Bali maupun kepedunian dunia usaha, dengan harapan mampu mempercepat upaya pengentasan kemiskinan di Pulau Dewata.(**)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.