"Berdasarkan hasil pemantauan kami, sampai sekarang 39 desa telah terbebas dari bahaya penyakit mematikan itu," kata Kepala Dinas Peternakan Provinsi Bali I Putu Sumantra, di Denpasar, Selasa.
Dia menjelaskan, 39 desa itu adalah bagian dari 59 desa yang menjadi epidemi kasus flu burung di wilayah tujuan wisata internasional tersebut.
Menurut Sumantra, indikasi suatu wilayah termasuk kategori tersebut adalah sudah tidak terdapat atau ditemukan lagi kasus H5N1.
"Untuk bisa masuk kategori tampak bebas dari ancaman flu burung, satu desa setidaknya harus tidak pernah ada kasus dalam 60 hari sejak dilakukan upaya pengendalian," ujarnya.
Sumantra mengatakan, 39 desa itu masuk kategori tersebut karena tidak lagi muncul wabah tersebut dalam waktu 60 hari terakhir.(**)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.