Bunga bangkai berwarna merah marun itu, diketemukan tumbuh berjarak satu meter dari tembok penyengker Pura Panti tempat persembahyangan keluarga besarnya, yang banyak dihinggapi lalat besar atau istilah setempat "buyung bangkai".
"Saya baru pertama menemukan bunga sebesar ini dan dihingggapi buyung bangkai. Saya agak takut melihatnya," tutur Ni Wayan Mariani penghuni rumah yang menemukan bunga tersebut, Kamis.
Masyarakat tidak banyak yang tahu proses tumbuhnya bunga jenis langka tersebut dan wanita setengah baya itu saat pertama kali melihatnya tidak berani memberitahukan kepada tetangga atau masyarakat sekitarnya.
Hal itu dikarenakan bunga bangkai bisa menyebarkan bau busuk, terutama setelah layu.
Made Suarjana mengatakan, bunga yang muncul saat musim hujan itu dinilai sebagai jenis langka. Masyarakat setempat menyebutnya sebagai "bunga lading" yang bisa menyebarkan bau busuk.(*)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.