"Melihat realisasi perdagangan luar negeri itu, mama minat masyarakat AS akan kerajinan Bali masih tinggi," kata Kepala Seksi Ekspor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Putu Bagiada, di Denpasar Jumat.
Menurut dia, banyak kalangan pengusaha semula mengkhawatirkan kondisi ekonomi yang melanda masyarakat AS, namun secara kenyataan realaisasi perdagangan aneka kerajinan dan nonmigas Bali masih menggaerahkan.
Hal itu terlihat dari surat keterangan asal (SKA) barang kerajinan yang ditandatangani untuk ekspor ke AS bertambah terus, dan perdagangan ke megeri itu, merupakan yang tertinggi selama ini dan jumlahnya bertambah terus.
Putu Bagiada mengatakan, walau perekonomian negeri Adidaya itu diperkirakan tumbuh hanya 2,9 persen tahun 2010 dan pemulihan ekonominya sedikit agak lamban, tetapi konsumen AS masih merupakan pembeli terbesar matadagangan dari Bali.(**)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.