Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Hilmi Panigoro, Senin mengatakan, pada ajang "World Renewable Energy Congress-Indonesia" (WREC) itu akan dibahas berbagai hal terkait perkembangan dan pemanfaatan energi baru terbarukan.
Dia menambahkan, beberapa topik di bidang energi bersih dan terbarukan yang akan dibahas dalam WREC Indonesia 2011 di Bali dari 17-19 Oktober 2011 itu, di antaranya panas bumi, energi hydro, energi surya, biomassa, energi samudra dan angin.
Sementara itu, Ketua Organizing Committee "WREC Indonesia 2011", Herman Darnel Ibrahim mengatakan, kegiatan itu merupakan forum pertemuan para pemangku kebijakan, ilmuwan, pakar dan akademisi, LSM, eksekutif bisnis, perbankan serta pelaku usaha yang terkait kegiatan usaha energi terbarukan dan efisiensi energi.
"Peserta konferensi akan saling berbagi pengetahuan baru, teknologi baru dan pengalaman baru dalam seluruh aspek," ujarnya.
Akhir pekan lalu, kata dia, pemerintah telah memberikan dukungan dengan mengumumkan harga jual listrik berbasis energi biomassa, biogas dan sampah kota yang lebih tinggi 50 persen dari harga sebelumnya yang tertuang dalam Permen ESDM No.31/2009 tentang harga pembelian listrik oleh PLN dari pembangkit listrik yang menggunakan energi terbarukan skala kecil dan menengah atau kelebihan listrik.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Kardaya Warnika berharap kenaikan harga ini bisa menggairahkan pengembang energi terbarukan skala kecil untuk berinvestasi.(**)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026