"Saya tidak bisa tidur nyenyak, mengingat musibah itu," kata I Nyoman Sulendra didampingi istrinya Ni Ketut Wasih dan ketiga anaknya Komang Eki, Ni Wayan Apri, dan Wisnawati, di Semarapura, Jumat.
Sulendra yang kesehariannya sebagai tukang cetak batako itu mengaku, kalau dirinya masih trauma dengan kejadian yang sangat mengenaskan itu.*
: Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.