"PDRB Bali cenderung terus meningkat, baik dari nilai absolut, atas dasar harga berlaku maupun harga konstan," kata Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Bali, I Gede Suarsa di Denpasar, Sabtu.
Ia mengatakan, PRDB Bali pada triwulan I-2010 baru mencapai Rp15,98 triliun meningkat menjadi Rp17,26 triliun pada triwulan IV-2010 dan triwulan II-2011 mencapai Rp17,99 triliun.
Pergerakan ekonomi Bali secara positif itu juga disertai peningkatan secara riil (harga konstan), di mana PRDB Bali terus meningkat dari Rp7,02 triliun pada triwulan I-2010 menjadi Rp7,39 triliun pada triwulan IV-2010.
Besaran kondisi tersebut kembali meningkat mencapai Rp7,45 triliun pada triwulan I-2011 dan Rp7,61 triliun di triwulan II-2011.
Gede Suarsa menambahkan, secara nominal (harga berlaku) sektor perdagangan, hotel dan restoran mendominasi PDRB Bali dengan nilai tambah sebesar Rp5,51 triliun pada triwulan II-2011.
Posisi kedua ditempati sektor pertanian dengan nilai tambah sebesar Rp3,15 triliun dan urutan ketiga ditempati secara bersamaan oleh sektor angkutan dan komunikasi serta sektor jasa-jasa dengan nilai tambah masing-masing sebesar Rp2,58 triliun.
Sementara berdasarkan harga konstan sektor perdagangan, hotel dan restoran serta sektor pertanian menempati posisi pertama dan kedua dengan nilai tambah masing-masing Rp2,47 triliun dan Rp1,48 triliun.
Gede Suarsa menjelaskan, untuk posisi ketiga ditempati oleh sektor jasa-jasa dengan nilai tambah sebesar Rp1,07 triliun. Semua itu memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi Bali sebesar 6,22 persen selama semester I-2011, dibandingkan dengan kondisi semester I-2010.
Pertumbuhan ekonomi triwulan II-2011 tersebut sepenuhnya didorong oleh seluruh sektor ekonomi di Pulau Dewata, tutur Gede Suarsa.(**)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.