"Tunggu enam bulan lagi, saya pasti bersikap maju atau tidak menjadi calon dalam Pilkada mendatang," kata Bupati Gianyar, Cokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Sabtu.
Ia mengatakan, kini belum saatnya bersikap karena masih ada waktu, sehingga tidak perlu memutuskan secara tergesa-gesa.
Cok Ace yang juga Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali itu khawatir jika memutuskan sesuatu secara tergesa-gesa itu akan mempengaruhi kinerja pemerintah.
"Saya masih ada waktu berbuat kepada rakyat, jadi saat ini saya akan konsentrasi untuk itu dulu," jelasnya.
Meski mengomentari tentang pencalonan dirinya, namun Cok Ace enggan berkomentar soal calon pasangannya dalam pilkada mendatang.
Ia mengaku, kritikan dan saran masyarakat Gianyar akan ditampung guna ditindaklanjuti, dengan harapan Gianyar bisa dibenahi dari dalam berbagai sisi untuk kemajuan yang lebih baik.
Selain itu, kata pria yang doyan menarikan tarian sakral Calonarang, dirinya sudah menyodorkan format ataupun kajian soal pelaksanaan pilkada agar berlangsung secara efesien.
Format itu, jelas Bupati Cok Ace, sudah disampaikan ke KPU Gianyar.
"Format itu mengajak para calon bupati untuk menyerahkan dana kepada KPUD dan kemudian melakukan kampanye secara bersama-sama," jelasnya.
Maksud kampanye bersama, selain untuk menekan anggaran, juga memperkenalkan secara luas kepada masyarakat menyangkut visi dan misi membangun Gianyar.(**)
: Masuki
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.