Din Syamsuddin mengemukakan hal itu saat menjadi pembicara pada Konperensi Alliance of Virtues, An Opportunity for Peace, di Abu Dhabi, dalam siaran persnya yang diterima di Jakarta, Sabtu.
"Pluralisme atau tepatnya pluralitas keagamaan mengandung arti pengakuan akan keragaman agama," kata Din yang berbicara pada sesi bertajuk Religious Pluralisme, Example of National Integration Practices pada Jumat (7/12).
Ia menyatakan padanya kemungkinan terdapat nilai etika berbagi (shared ethical values) tentang sesuatu masalah kemanusiaan.
"Dengan demikian, pluralitas keagamaan mengedepankan koeksistensi damai, toleransi, dan bahkan kooperasi (kerja sama)," kata Ketua Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju (DN-PIM) itu. (ed)
Pewarta: Erafzon Saptiyulda ASEditor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.