Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail di Jakarta, Jumat mengatakan bahwa dolar AS menguat terhadap hampir semua mata uang dunia, termasuk rupiah didorong oleh ketidakpastian terhadap isu perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok.
"Pertemuan kedua belah pihak yang terjadi belum menghasilkan sesuatu yang berarti untuk menyelesaikan permasalahan perang dagang," katanya.
Pasca pertemuan itu, lanjut dia, mata uang yuan Tiongkok terdepresiasi terhadap dolar AS. Pelemahan itu berdampak negatif terhadap pergerakan mata uang rupiah.
"Rupiah kemungkinan bergerak di kisaran level Rp14.600-Rp14.690 per dolar AS," katanya.
Analis Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra mengatakan sebagai mata uang safe haven, dolar AS mendapatkan keuntungan dari ketakutan dari gejolak dagang internasional.
Ia menambahkan investor saat ini juga sedang fokus pada pidato ketua the Fed Jerome Powell pada pekan ini. The Fed dapat terus menaikan suku bunga selama ekonomi AS terus tumbuh.
"Jika pasar mengkonfirmasi kenaikan itu, maka dolar AS dapat terus menguat," katanya. (WDY)
Pewarta: I Gusti Bagus WidyantaraEditor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.