Singaraja (Antara Bali) - Sebuah rumah di Desa Anturan, Kebupaten Buleleng, Bali terbakar setelah kobaran api yang diduga berasal dari arus pendek aliran listrik tersebut merembet hampir ke seluruh bangunan rumah.

Seorang penghuni rumah yang mengalami sakit berupaya menyelamatkan diri dengan merangkak ke rumah luar rumah, demikian dilaporkan dari Singaraja, Sabtu.

Warga Desa Anturan, Jumat (5/8) sore dikagetkan dengan terbakarnya rumah milik Putu Lilik Arianto Junaidi (32). Namun berkat kesigapan masyarakat, api hanya meludeskan tiga buah kamar, sedangkan bagian dapur dan ruang tamu dapat diselamatkan.

"Sumber api berasal dari salah satu kamar di bagian depan. Api  terlihat sudah membesar sehingga bersama tetangga, Saya melakukan upaya pertolongan, namun api sangat cepat merambat dan meludeskan rumah," kata Ketut Soka, warga yang pertama kali mengetahui peristiwa kebakaran tersebut.

Dikatakan, pihaknya berupaya melakukan antisipasi agar tidak meluas dengan meruntuhkan atap rumah.

Rumah yang dihuni Putu Lilik Arianto Junaidi bersama adiknya dan ibunya Ny Ketut Sulandri itu, sore itu hanya didiami oleh Ny Ketut. Lilik Arianto tidak berada di rumah, sedangkan adiknya disuruh berbelanja oleh ibunya, sehingga Ny Ketut Sulandri yang mengalami sakit berada sendirian di rumah.

Saat kebakaran itu, Ny Ketut Sulandri berupaya menyelamatkan diri dengan merangkak hingga ke rumah tetangga. "Dia sedang sakit dan terpaksa dengan merangkak menyelamatkan diri ke rumah tetangga," ujar Sri, tetangga korban.

Sementara dari sejumlah informasi yang dikumpulkan di lokasi, menduga bahwa peristiwa kebakaran di Desa Anturan tersebut diakibatkan adanya konsleting atau arus pendek aliran listrik.

Kerugian dari kebakaran itu belum diketahui secara pasti, namun dari dugaan sementara dalam ratusan juta rupiah, sebab selain sejumlah barang elektronik dan perabotan ikut terbakar, juga sejumlah uang tunai dan perhiasan emas ikut dilahap si jago merah.(*)




: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026