"Mudah-mudahan tahun depan masih ada Bali Mandara Mahalango ini. Sekalian saya titip pada Cok Ace (wagub terpilih), Beliau 'kan seniman dan budayawan," kata Pastika saat menyampaikan sambutan pada Pembukaan Bali Mandara Mahalango V-2018, di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya, Denpasar, Minggu malam.
Menurut dia, kalau hanya ada Pesta Kesenian Bali saja, dinilai tidak mampu menampung kreativitas seniman dan budayawan Bali. "Oleh karena itu, harus terus disediakan ruang kepada para seniman untuk berkreasi, termasuk menampilkan kesenian kontemporer, di samping pelestarian kesenian yang lama dan tradisional," ucapnya.
Apalagi, lanjut Pastika, sekarang dan ke depannya akan terus berkembang seni kontemporer yang mau tidak mau harus diakomodasi.
Meskipun demikian, orang nomor satu di Bali itu tetap mengingatkan agar proses seleksi bagi para penampil dilakukan secara ketat agar tidak tercerabut dari akar, budaya, agama, dan tradisi Bali yang adiluhung.
"Saya titipkan ini, mudah-mudahan Taman Budaya tidak kesepian dan terus bisa dimanfaatkan karena ini aset negara yang harganya mahal dan pemeliharaannya juga mahal," ujarnya.
Jadi, hendaknya Taman Budaya dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat dan memberi ruang yang seluas-luasnya bagi budayawan untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi mereka masing-masing.
Pastika berharap agar ajang Bali Mandara Mahalango menjadi wahana sosialisasi dan promosi para seniman dan budayawan untuk selanjutnya menumbuhkan inspirasi dan mendorong kreativitas untuk melahirkan karya seni budaya yang berkualitas tinggi.
Pada kesempatan itu, Pastika juga mengharapkan agar masyarakat dan para tokoh di Pulau Dewata dapat menghadiri acara penutupan Bali Mandara Mahalango (BMM) pada 28 Agustus mendatang karena sekaligus bertepatan dengan hari terakhirnya menjadi Gubernur Bali, setelah memimpin selama 10 tahun terakhir.
Oleh karena itu, dia berharap supaya kesenian yang dipentaskan pada Penutupan BMM nanti mengangkat tema "Lengser Keprabon, Madeg Pandito".
Dalam kesempatan tersebut, Pastika juga meminta maaf kepada masyarakat Bali jika selama 10 tahun "ngayah" atau mengabdi, ada hal-hal yang belum terpenuhi serta tidak sesuai dengan hati dan nurani masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha mengatakan BMM merupakan event bergengsi yang akan menampilkan berbagai macam kesenian pilihan dan unggulan serta kesenian tradisional.
"Hal ini sesuai dengan makna yang terkandung dalam kata ‘mahalango’ yakni dinamika seni budaya menuju kesejahteraan, kemajuan dan keagungan peradaban Bali," ucap Dewa Beratha.
Selain itu, lewat acara yang akan digelar selama 38 hari tersebut, sekaligus untuk memberikan ruang berkesenian bagi berbagai kelompok dan komunitas seni di Pulau Dewata, sehingga dapat lebih diapresiasi masyarakat. Yang tak kalah penting, untuk mengoptimalkan fungsi Taman Budaya sebagai Pusat Kesenian dan Budaya Bali.
Menurut Dewa Beratha, yang istimewa dari BMM V ini adalah setiap sepekan atau semingu akan dipersembahkan materi seni yang berbeda-beda. Seperti pada minggu pertama diawali dengan Gelar Seni Kolaborasi, yakni seni-seni yang bersifat kreasi dan inovasi yang akan menampilkan karya-karya seniman muda. Selanjutnya pada pekan kedua diisi dengan Gelar Seni Klasik Unggulan.Minggu ketiga akan menampilkan Gelar Seni Pertunjukan Pariwisata.
Selanjutnya, pada pekan keempat diisi dengan Gelar Seni Teater, dan minggu terakhir diisi dengan Gelar Seni Kerakyatan. Di samping itu, masih ada juga Gelar Seni Musik dan Gambelan, serta Busana Teatrikal, yang secara total selama lima pekan pelaksanaan BMN akan diisi penampilan 57 sekaa/sanggar/komunitas seni.
Acara Pembukaan Bali Mandara Mahalango kelima ini ditandai dengan pemukulan "tawa-tawa" oleh Gubernur Bali didampingi Sekda Bali Dewa Made Indra, Kadisbud Bali Dewa Putu Beratha, Ida Dalem Semara Putra, dan Wagub Bali terpilih Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati.
Acara pembukaan itupun dimeriahkan dengan Pagelaran Kesenian Kolosal Drama Musikal berjudul "Prabu Nala Sengap" yang dibawakan oleh para insan seni yang tergabung dalam Pramusti Bali.
Para pemain dalam drama musikal komedi yang berlangsung selama dua jam itu diantaranya Sengap, Sokir, Cedil, Codet, Joblar, Ayu Petong, Sampik, Jibo, Kumis, MKP Bali, STI Bali, Manik, Gek Trias, Prida Dewi, AA Rakadanu, Wayan Seraya, Ayu Saraswati, Dek Ulik, Rahtwo XXX, Galuh Bilen, Dua Januadi, AA Raka Sidan dan artis-artis Pramusti Bali lainnya.(ed)
Pewarta: Ni Luh RhismawatiEditor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.