Bangli (Antara Bali) - Pada bulan puasa bagi umat muslim, harga daging ayam di beberapa pasar di Kabupaten Bangli mengalami penurunan, hal ini disebabkan stok daging  cukup banyak.

"Berdasarkan hasil inspeksi mendadak kami di pasar Kidul harga daging ayam kami cermati cenderung menurun, " kata Kepala Bidang Pedagangan Disperindag Bangli, Drs. I Gusti Putu Wahyuda, Kamis.

Pelonjakan sempat terjadi sesaat menjelang puasa, sebelumnya harga daging ayam perkilonya mencapai Rp 26 ribu.

"Saat ini sudah turun ke harga normal yakni Rp 24 ribu," katanya.

Begitu juga dengan kebutuhan pokok lainnya seperti beras, minyak goreng cabai dan bawang harganya tetap stabil.

Selain mengamati harga kebutuhan pokok di pasaran, kata Wahyuda, menjelang hari raya Lebaran yang jatuh pada hari Selasa (30/8) pihaknya juga melakukan penyitaan snack, mie serta susu yang sudah kedaluwarsa di pasaran.

"Kami langsung mengambil barang-barang yang kadaluarsa tersebut untuk selanjutnya dimusnahkan," katanya.

Jika barang itu tidak diambil, kata dia kemungkinan besar  barang itu dipajang kembali oleh pedagang.

Salah satu pedagang di Pasar Kidul, Budiasih mengaku, tidak tahu kalau barang-barang itu sudah kadaluwarsa.

"Malas saja untuk menaruhnya toh juga nanti distributornya datang untuk menukarnya," jelasnya.

Budiasih menuturkan sebenarnya jika barang dagangan ada yang kadaluwarsa itu nantinya akan bisa ditukar lagi.

Namun walaupun sudah diketahui kadaluwarsa, jelas dia namun barang-barang tersebut masih saja tetap dipajang untuk dibeli konsumen.

"Pembeli juga teliti pak, tidak mungkin yang rusak dibeli," katanya.(*)


: Masuki

COPYRIGHT © ANTARA 2026