Denpasar (Antara Bali) - Bali memilih tiga bupati/wali kota dengan kinerja terbaik untuk diajukan ke pusat supaya bisa dinilai dalam rangkaian Citra Bhakti Abdi Negara (CBAN) yang berkaitan dengan pelayanan publik.

"Kami memilih tiga dari delapan kepala daerah untuk diajukan Agustus 2011," kata Kabag Tatalaksana Biro Organisasi Sekda Provinsi Bali, Luh Gede Ari Sukeni di pusat pemerintahan Pemkab Badung di Mangupura, Sempidi, Selasa.

Materi penilaian adalah kebijakan yang berkaitan dengan peningkatan pelayanan publik dalam tiga tahun terakhir ini, apakah ada kebijakan yang memberikan kemudahan dalam rangkaian peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Tim penilai yang terdiri atas aparat pemerintah terkait, LSM dan tokoh masyarakat mengumpulkan informasi dari masyarakat terhadap  kebijakan pelayanan publik yang dilaksanakan kepala daerah.

Luh Gede Ari Sukeni mengatakan, pihaknya sudah mendatangi enam kabupaten untuk melakukan pengamatan dan mengumpulkan data kebijakan yang dikeluarkan bupati bersangkutan dalam memberi kemudahan kepada masyarakat.

Dari penilaian tersebut akan diketahui kinerja kepala daerah dalam memajukan wilayahnya. Tim penilai tidak sekedar mengumpulkan informasi dari masyarakat juga disertai dengan bukti-bukti berupa surat keputusan.

Para bupati/wali kota apakah sering melakukan pertemuan dengan masyarakat baik formal maupun nonformal, kalau pernah kapan, dimana dilaksanakan dan apa saja yang dibicarakan harus ada bukti-bukti yang jelas, tutur Luh Gede Ari.

Bali terdiri atas sembilan kabupaten dan kota namun yang dinilai hanya delapan saja, sebab Kabupaten Jembrana kali ini tidak dinilai lagi karena daerah itu dalam kegiatan serupa, pernah menjadi juara tahun 2006.

Kalau kabupaten yang pernah mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Pusat, sekarang tidak dinilai lagi, kata Luh Gede Ari sambil menyebutkan kinerja bupati yang terbaik juga diberi penghargaan oleh Pemerintah Provinsi Bali.(*)




Editor : Nyoman Budhiana

COPYRIGHT © ANTARA 2026